Selasa, 18 Desember 2012

Mukadimah Kitab [2]

Hadis kedua


Adalah hadis yang diijazahkan kepadaku oleh Al-Allamah As-Sayid Ahmad Al-Marshifi Al-Mishri, sebelumnya diijazahkan pula oleh Ay-Sayid Abdul Wahab bin Ahmad Farhat, bermahzab Syafii dari para guru beliau secara berurutan sampai kepada Abdullah bin Amr bin Al-Ash, dari Nabi saw. Beliau bersabda :
"Orang-orang yang penyayang itu akan dikasihi oleh Tuhan Yang Maha Penyayang, Maha Suci lagi Maha Tinggi. Sayangilah mahluk yang ada di bumi, niscaya kalian akan disayang oleh yang ada di langit."

Makna hadis ini ialah: Orang-orang yang menyayangi segenap mahluk di bumi, baik manusia maupun hewan yang dilindungi, yaitu memperlakukan mereka dengan perlakuan yang baik. Maka Allah akan menyayangi mereka yang melakukan perbuatan itu. Sayangilah semua mahluk Allah swt semampumu, walaupun mahluk tidak berakal dengan cara mengasihi dan mendoakan mereka memperoleh limpahan rahmat dan ampunan Allah. Dengan cara itu, kalian memperoleh kasih sayang para malaikat dan kasih sayang Allah yang justru limpahannya akan merata ke penduduk langit, di mana jumlahnya lebih banyak dari penduduk bumi. Seseorang tidak boleh mendoakan semua kaum muslimin, agar semua doa mereka diampuni atau mendoakan seorang yang fakir, agar memperoleh seratus dinar, sedangkan ia tidak mempunyai sarana untuk memperolehnya. Alasannya, bahwa hal tersebut merupakan kasih sayang terhadap sesama mahluk . Dan hal itu bertentangan dengan hukum syara'.

Imam Al-Ghazali pernah dimimpikan oleh seseorang, beliau ditanya: "Bagaimana perlakuan Allah terhadap tuan?" Beliau menjawab: "Allah swt membawaku ke hadapan-Nya, lalu Allah berfirman kepadaku: "Lantaran apa Aku membawamu ke sisi-Ku?" Aku pun menyebutkan berbagai perbuatanku. Dia berfirman: "Kami tidak menerimanya, sesungguhnya yang Kami terima darimu ialah pada suatu hari ada seekor lalat hinggap pada wadah tintamu untuk meminumnya, padahal kamu sedang menulis, lalu kamu menghentikan tulisanmu hingga lalat itu selesai minum, kamu lakukan itu karena kasihan terhadap lalat tersebut." Kemudian Allah memerintahkan: "Bawalah hamba-Ku ini ke surga."

Agar memperoleh husnul khotimah (kebaikan akhir hayat) dianjurkan membiasakan berdoa sebagai berikut:
"Ya Allah! Muliakanlah umat Muhammad ini dengan kebaikan pahala-Mu di dunia dan akhirat, sebagai penghormatan buat orang-orang yang menjadi umatnya."

Selain itu, ialah membiasakan membaca doa setelah shalat qabliyah Subuh, dengan doa sebagai berikut :
"Ya Allah, berikanlah ampunan bagi umat junjungan kami Nabi Muhammad saw.
Ya Allah, kasihanilah umat junjungan kami, Nabi Muhammad saw.
Ya Allah, tutuplah kejelakan umat junjungan kami Nabi Muhammad saw.
Ya Allah, perbaikilah keadaan umat junjungan kami Nabi Muhammad saw.
Ya Allah, baguskanlah umat junjungan kami Nabi Muhammad saw.
Ya Allah, sejahterakanlah umat junjungan kami Nabi Muhammad saw.
Ya Allah, jagalah umat junjungan kami Nabi Muhammad saw.
Ya Allah, kasihanilah umat junjungan kami Nabi Muhammad saw. dengan kasih sayang yang menyeluruh, wahai Tuhan semesta alam.
Ya Allah, ampunilah umat junjungan kami Nabi Muhammad saw. dengan ampunan yang menyeluruh, wahai Tuhan semesta alam.
Yallah, lapangkanlah jalan umat junjungan kami Nabi Muhammad saw. dengan kelapangan yang meluas, wahai Tuhan semesta alam.

Kemudian biasakanlah membaca doa sebagai berikut:
"Wahai Tuhan segala sesuatu, dengan kekuasaan-Mu atas segala sesuatu, ampunilah segala sesuatu yang ada padaku dan jangalah Engkau menanyakan kepadaku tentang segala sesuatu, janglah Engkau menghisabku tentang segala sesuatu dan berikanlah kepadaku segala sesuatu.

Mukadimah Kitab [1]

Bismillahirrohmanirrohim, alhamdulillahi fii kulli hiinin, wa awqaat, wash sholaatu 'ala rosuulihi asyrofil kholqi wal bariyyaati

Bismillahirrohmanirrohim, disunahkan membaca basmalah disaat hendak mengerjakan semua pekerjaan yang tidak dipandang hina. Jika lupa membacanya pada permulaan pekerjaan, maka boleh membaca di tengah-tengahnya dengan bacaan : Bismillahi awwalahu wa akhirohu

Alhamdulillahi fii kulli hiinin, segala puji bagi Allah di setiap waktu, yakni segala waktu, baik yang berjangka pendek maupun panjang.

Wa awqaat, dan di setiap masa, yakni masa yang terbatas lamanya.

Wash sholaatu 'ala rosuulihi, salawat atau rahmat, yakni belas kasihan, baik dari Allah maupun selain-Nya, tercurahkan kepada Rosul-Nya saw yang diutus untuk semua mahluk.

Asyrofil kholqi, mahluk yang paling mulia, yang dimaksud mahluk adalah semua yang diciptakan oleh Allah berdasarkan kehendak-Nya dan  dituntut oleh hikmah-Nya.

Wal bariyyaati, dan semua hamba ciptaan Allah lainnya, yakni semua mahluk secara mutlak atau yang ada di bumi. Pada garis besarnya baginda kita, Nabi Muhammad saw adalah mahluk Allah yang paling utama secara mutlak.

Naskah di tangan anda ini memuat berbagai peringatan untuk bersiap diri menghadapi hari Kiamat. Di antara isinya, terdapat peringatan berdua, yaitu masing-masing terdiri dari 2 perkara, bertiga, sampai bersepuluh. Jumlah seluruh makalah ada 214, terdiri dari 45 Khabar (hadis Nabi saw) selebihnya atsar (perkataan para sahabat Nabi atau tabiin).

Terlebih dahulu, di sini kami akan memetik dengan mengemukakan 2 buah hadis yang mulia dan agung, yaitu :

Hadis Pertama

Sebagaimana diriwayatkan kepadaku oleh Al-Allamah Asy-Syekh Muhammad Al-Khatib Asy-Syami Al-Madani Al-Hambali, yaitu Ibnu Utsman bin Abbas bin Utsman, diterima dari para Syekh beliau dengan sanad muttasil (bersambung) sampai kepada Abu Dzar Al-Ghiffari ra, dari Rosulullah saw dalam sabdanya yang menceritakan firman Allah dalam hadis qudsi. Allah swt berfirman :

"Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan berbuat aniaya atas diri-Ku dan Aku haramkan pula perbuatan itu pada kalian, maka janganlah kalian saling aniaya.

Hai hamba-hamba-Ku! Sesungguhnya kalian semua sesat, selain orang yang Aku beri petunjuk. Maka mintalah petunjuk kepada-Ku, niscaya Aku akan memberi kalian petunjuk.

Hai hamba-hamba-Ku! Kalian semua lapar, selain kalian yang Aku beri makan. Maka mintalah makan kepada-Ku, niscaya Aku akan memberi kalian makan.

Hai hamba-hamba-Ku! Kalian semua tidak berpakaian, selain orang yang Aku beri pakaian. Maka mintalah pakaian kepada-Ku, niscaya Aku akan memberi kalian pakaian.

Hai hamba-hamba-Ku! Sesungguhnya kalian berbuat dosa di malam dan siang hari, sedang Aku mengampuni segala dosa, maka mintalah ampunan kepada-Ku, niscaya Aku akan memberi ampunan bagi kalian.

Hai hamba-hamba-Ku! Sesungguhnya kalian tidak akan mampu mendatangkan bahaya atas-Ku dan tidak pula mampu membawa manfaat bagi-Ku.

Hai hamba-hamba-Ku! Andaikan seorang di antara kalian berhati takwa sejumlah ketakwaan orang-orang dahulu dan sekarang, baik manusia maupun jin, maka semua itu tidak akan menambah sedikitpun pada kerajaan-Ku.

Hai hamba-hamba-Ku! Andaikan seorang di antara kalian berhati jahat sejumlah kejahatan orang-orang dahulu dan sekarang, baik manusia maupun jin, maka semua itu tidak akan mengurangi sedikitpun pada kerajaan-Ku.

Hai hamba-hamba-Ku! Andaikan yang awal sampai yang akhir, manusia dan jin, serempak berdiri di suatu tempat untuk memohon kepada-Ku dan Aku berikan pada tiap-tiap orang akan permintaannya, niscaya semua itu tidak akan mengurangi sedikitpun yang ada pada-Ku selain seperti sebuah jarum jahit dimasukkan ke lautan.

Hai hamba-hamba-Ku! Sesungguhnya semua itu adalah perbuatan kalian yang akan Aku perhitungkan untuk kalian, kemudian aku akan memberikannya dengan penuh kepada kalian. Maka, barangsiapa menemukan kebaikan bersyukurlah kepada Allah dan barangsiapa menemukan selain itu, janganlah mencela, kecuali pada dirinya sendiri."

(bersambung)

Nashoihul 'Ibad Penuh Dengan Nasihat

Nashoihul 'Ibad berarti nasihat-nasihat bagi para hamba, adalah kitab karya Syekh Muhammad Nawawi bin Umar Al-Jawi atau yang lebih dikenal dengan sebutan Imam Nawawi Albantani rahimahullah (ra). Kitab ini berisikan hadis Nabi shollallahu 'alaihi wasallam (saw), ucapan para sahabat rodiallahu 'anhum (ra), dan ucapan para ulama dan solihin.

Dalam mukadimahnya, Syekh Nawawi ra menyebutkan bahwa kitab ini adalah sebuah syarah (penjelas) yang disiapkan beliau untuk menjelaskan sebuah kitab yang berisi berbagai nasihat, karangan Al-Allamah Al-Hafizh Syekh Syihabuddin Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Ahmad Ast-Syafii, seorang ulama termasyhur dengan gelar Ibnu Hajar Al-Asqolani, kemudian Al-Mishri.

Kitab ini sangat masyhur (terkenal) di Indonesia karena hampir diajarkan ditiap-tiap pondok pesantren dan madrasah. Namun mungkin masih banyak di kalangan umum yang belum mengetahui isi kitab ini. Saya sudah pernah mencoba mencari diinternet tentang seluruh isi kitab ini namun belum ada yang mempostingnya secara utuh. Untuk itu saya mencoba untuk menuliskan seluruh isi kitabnya di web ini, karena alhamdulillah kebetulan saya sudah punya buku terjemahnya.

Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua di dunia dan akhirat, amiin..
Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template